Allah ya Rabb…
Hari ini aku menangis dengan sejadi-jadinya. Aku merasa takut, aku merasa bersalah, aku merasa hina. Klo ada tempat pengakuan dosa, aku akan mengakui dosa aku selama ini. Aku telah melakukan dosa besar berkali-kali. Aku tidak pantas memakai busana ini, aku tidak pantas mengikuti semua kegiatan ini. Dan yang terpenting aku rendah…
Tempat yang merasa paling bersalah yaitu ibuku. Aku malu dengan beliau, aku ingin menangis sejadi-jadinya dipelukkannya. Aku hanya menambah dosa beliau. Ibuk…Maafkan diri ini yang tidak bisa menjaga diri. Aku bener-bener hina rasanya.
Aku mencintai seseorang, aku tidak ingin dia meninggalkanku, aku hanya ingin dia tetap ada buat aku dan menerima aku apa adanya. Tapi ternyata dia malah menjauh dariku, dia meninggalkan aku. Aku tidak menuntut apapun dari dia. Aku hanya ingin dia tidak meninggalkan aku. karna aku sayang dia. Tapi kenyataannya berbeda. dia malah meninggalkan aku.
Oh tuhan…Rasanya aku tak sanggup. Aku sanggup berjuang mempertahankan rasa sayang ini ke keluarga dia. Aku sanggup berjuang untuk dia. Aku sanggup masuki keluarga dia. Tapi dia malah tidak menjanjikan bisa memasuki keluarga aku. Dia seakan menghina keluarga aku.
memang keluarga aku tak seperti keluarga harmonis pada umumnya. keluargaku hanyalah keluarga yang broken. Ayahku punya dua orang istri. Aku dibesarkan di keluarga yang kurang islami. Keluargaku jarang yang bisa melaksanakan sholat 5 waktu, keluargaku juga sering ke tempat -tempat yang dianggap sirik. Keluargaku juga keluarga kasar. Aku tumbuh dilingkungan itu. Sejak kecil, aku sering melihat ibuku di tampar, ditendang, dipukul dengan sapu, bahakan di usir dari rumah. Ayahku sosok yang pemarah. Ayahku sosok yang keras. Tapi walau bagaimanapun keluargaku, aku menyayangi mereka. Aku mencintai mereka.
Aku tidak ingin jauh dari mereka. Aku hanya ingin berbuat baik bagi mereka. Aku ingin mereka semakin dekat dengan dia. Aku hanya ingin mereka sayang aku. Tapi aku tak sanggup meninggalkan mereka demi seseorang. Aku memang mencintai dia, tapi aku tidak bisa jauh dari keluargaku. Aku justru yang harus membimbing mereka. Bukan malah menjauh dari mereka.
Setiap kebaikan yang aku lakukan, aku hanya ingin semua nilai kebaikan itu untuk kedua orang tuaku.
Aku butuh sendiri, aku butuh orang yang menerima keluargaku apa adanya bukan malah membiarkanku berjuang sendiri. Dia seakan menuntut aku lebih, aku harus ini, aku harus itu. Aku tidak kuat. Benar aku sayang dia, tapi tidak seperti ini langkah yang harus diambil.
Sekarang semuanya kuserahkan kepada dia. Aku ikhlas apapun keputusan dia. Kalaupun dia benar-benar pergi dari aku, aku hanya bisa berdoa kepada Dia , tolong kuatkan aku ya Rabb…tolong bimbing hati hamba..
kalupun dia benar-benar pergi buat aku, Ntahlah, mungkin aku hanya bisa mengabdi untuk negara ini. Aku hanya ingin berguna buat orang tuaku. Salah satu impian aku melihat mereka pergi haji dengan biaya hasil dari keringat aku sendiri. Aku hanya ingin berguna untuk orang disekeliling aku.
Mungkin harapan untuk menikah dan mempunyai keluarga aku hilangkan dari pikiranku. Aku merasa tak layak dimiliki siapapun, aku merasa kotor untuk dimiliki seseorang. Aku juga merasa dak pantas jadi ibu untuk anak-anakku. Ntahlah…aku merasa rendah untuk itu.
Biarlah aku memutuskan jalan hidupku sendiri. Aku ingin hidup sendiri. Biarkan aku sendiri tanpa ada yang menemaniku.
Selamat jalan kasih…aku akan melupakanmu dan menghapus jejakmu dalam kehidupanku.
Doa terakhirku untukmu, semoga engkau sukses meraih impianmu. Maafkan segala kesalahan yang pernah aku perbuat.
Selamat jalan Na……